Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Latest Posts


Berilah Aku Pilihan...
.
Jika ada beberapa pilihan maka naluri kita adalah memilih, betul?

Nah begitu juga saat kita jualan, berilah pembeli beberapa pilihan. Misalnya jika Anda jualan sepatu, berilah beberapa varian agar dipilih salah satunya. Jika pembeli bingung memilih yang mana (Karena bagus semua), selamat! Anda telah sukses membuatnya (insya Allah) jadi beli. Kalau calon pembeli bingung pilih mana, tinggal Anda kasih saran saja, maka dia akan segera menentukan pilihannya... 
.
Tapi berbeda halnya kalau cuma ada 1 pilihan, maka pilihan calon pembeli adalah "beli atau gak beli". Kemungkinannya 50:50, dan biasanya dia akan mencari perbandingan ke toko lain... kalau sudah begitu biasanya sih kecil kemungkinan akan balik lagi. #duh
.
Karena itu penting banget memberi calon pembeli dengan pilihan, misalnya ketika saya jualan jasa pembuatan website maka akan ada beberapa pilihan.
Paket domain saja: 199rb
Paket website + domain terima jadi: 399rb
Paket website e-commerce: 599rb
.
Nah bisa dari berbagai pilihan itu silahkan disesuaikan dengan budget masing-masing. 
.
"Yang paling bagus yang mana?"
Misalnya ada pertanyaan seperti itu saya jawab kalau untuk jualan tentu bagus paket e-commerce, karena sudah menggunakan cms wordpress yang terkenal SEO friendly, serta tersedia perhitungan ongkir otomatis, jadi kalau ada orang beli tinggal klik-klik aja...
Apalagi kalau pesan di bulan ini harganya cuma 529rb saja... silahkan klik bit.ly/WABikinWebsite
.
Eh malah kebablasan iklan... maafin saya ya... tapi promonya beneran kok! #ups
Kembali ke pembahasan...
.
Begitu juga ketika Anda jualan produk, berilah beberapa pilihan agar calon pembeli bisa membandingkan sesuai dengan manfaat masing2 produk.
.
Semoga bermanfaat

Zulfahmi Attauhidi
Belajar bisnis bareng di telegram klik t.me/sharingilmubisnisonline
MULAI SAJA!
.
"Bisnis ini bagus ga ya prospeknya"
"Kayaknya ini bisnis dah banyak banget pemainnya, pengen yang BEDA gitu"
Apakah Anda termasuk orang yang gak mulai-mulai bisnisnya karena terlalu banyak MIKIR di awalnya?
.
Mikir memang perlu, tapi jangan terus-terusan mikir tanpa action. Selama halal, why not? Mau bisnis biasa, bisnis luar biasa, bisnis kreatif... no problem!
Mau jualan lontong sampe jualan cilok, its okey...
Bisa jadi kita mulai bisnis tertentu, tapi kita nanti suksesnya bukan disitu. Yang penting action dulu, sambil terus belajar tentunya. Tawakkal pada Allah, nanti Allah akan tunjukkan jalan.
.
Yang jelas jangan lupa dekatin terus Allah, karena Allah yang meluaskan dan menyempitkan rizki kita. Tapi jangan dekati Allah cuman pas ada hajat aja, tapi terus lakukan saat lapang dan sempit. Misalnya sedekah, jangan nunggu sukses dulu baru sedekah, tapi sedekahlah sesuai kemampuan Anda... baik saat lapang dan sempit.
.
Yuk action....!

Zulfahmi Attauhidi

BERILAH HADIAH CUSTOMER ANDA
.
Coba bayangkan, Anda tiba2 diberi hadiah oleh pasangan Anda, rasanya gimana? Pasti senang dong...
Trus misalnya anda niat pengen beli suatu produk karena memang butuh, eh dikasih hadiah tambahan... gimana kira2? ANDA TENTU AKAN INGAT TOKO ITU TERUS KAN?
.

Semua orang pasti senang kalau menerima hadiah, betul apa betul? Nah, begitu juga dengan customer Anda. 
Saat mereka mau beli produk Anda, pasti mereka sebenarnya sudah butuh dengan produk tersebut... tapi mungkin saja dia masih suka menunda-nunda atau banyak pikir panjang... nah ini bisa disiasati dengan: HADIAH.
.
"Spesial untuk pembelian motor bulan ini, mendapatkan helm dan jaket ekslussif"
"Karena masnya customer baru dan biar langganan, saya kasih power bank gratis untuk pembelian hp merek apa saja"
"Karena ibu sering belanja disini, pembelian berikutnya saya kasih potongan harga"
"Terimakasih atas kepercayaan anda cetak di shopee.co.id/rajacetak untuk pembelian berikutnya kami akan berikan voucher 25rb"
.
Itu tadi contoh hadiah yang kita berikan pada customer. Tujuan memberi hadiah bukan sekedar agar closing, namun agar Anda lebih dekat dengan customer... kalo Anda dengan customer dekat, silaturahmi terjalin... insyaallah rezeki lancar...
.
Ingat, seseorang akan membeli pada yang lebih dekat dengannya... nah walaupun jualan online ini gak tatap muka, tapi bisa dibangun kedekatan, salah satunya dengan memberi hadiah. 
.
Catatan: jangan Anda ingkar janji atau tidak menepati jika sudah berjanji akan memberi hadiah. Kalau sampai terjadi seperti itu, maka kepercayaan customer pada Anda akan HILANG. Lebih baik tidak berjanji namun memberi hadiah, daripada berjanji tapi tidak menepatinya.


Semoga bermanfaat
.
*ohya untuk contoh yang terakhir diatas itu beneran lho, jadi bagi Anda yang mau cetak2 silahkan dimanfaatkan... lumayan kan dapat voucher 25rb
.
Zulfahmi Attauhidi
Owenet raja cetak

Refrensi: Buku 30 Hari Jago Jualan

Bisnis Tanpa Modal? Mustahil!
Mau makan mie instan aja harus Modal
Masa mau bisnis TANPA MODAL
.... eits tunggu dulu...
Jangan bilang mustahil sebelum membaca ebook ini
Silahkan
Klik Disini

Mau belajar bisnis bareng saya?
Silahkan Join Channel Telegram, klik: t.me/SharingIlmuBisnisOnlinet.me/SharingIlmuBisnisOnline 

Dasar Jual Beli dalam Islam part 2
.
Aktivitas jual beli pada dasarnya adalah halal, jadi mau jualan model gimana pun dasarnya boleh... asal tidak melanggar apa2 saja yang sudah ditentukan syariat. 
.
Jualan di pasar boleh...
Jualan di warung boleh...
Jualan online boleh...
Jual motor tetangga tanpa izin, ini baru gak boleh... hehe
.
Allah juga sdh menegaskan bahwa jual beli itu boleh, yg dilarang itu RIBA...
“… padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS. Al Baqarah: 275)
.
Bahkan Rasulullah SAW menyebut jualan adalah profesi yang TERBAIK... dalilnya?
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, profesi apakah yang paling baik? Maka beliau menjawab, bahwa profesi terbaik yang dikerjakan oleh manusia adalah segala pekerjaan yang dilakukan dengan kedua tangannya dan transaksi jual beli yang dilakukannya tanpa melanggar batasan-batasan syariat. (Hadits shahih dengan banyaknya riwayat, diriwayatkan Al Bazzzar 2/83, Hakim 2/10; dinukil dari Taudhihul Ahkam 4/218-219).
.
Namun perhatikan rambu berikut ini... jangan sampe kita melanggar syariat, sebab jika sampai syariat ini dilanggar profesi pedagang langsung jadi buruk sekali...
.
"Sesungguhnya para pedagang itu adalah kaum yang fajir (suka berbuat maksiat), para sahabat heran dan bertanya, “Bukankah Allah telah menghalalkan praktek jual beli, wahai Rasulullah?”. Maka beliau menjawab, “Benar, namun para pedagang itu tatkala menjajakan barang dagangannya, mereka bercerita tentang dagangannya kemudian berdusta, mereka bersumpah palsu dan melakukan perbuatan-perbuatan keji.” (Musnad Imam Ahmad)
.
Oleh krn itu, kita sebagai pedagang muslim harus punya ILMU, jangan asal dagang... jangan asal jualan... apalagi zaman sekarang, beh... riba dimana2, akad batil dimana2, karena sistem yg berlaku adalah kapitalisme, yang mana cirinya adalah negara bersendikan pada PAJAK & RIBA.
.
Umar bin khattab ra berkata: “Yang boleh berjualan di pasar kami ini hanyalah orang-orang yang faqih (paham akan ilmu agama), karena jika tidak, maka dia akan menerjang riba.”
.
Apa aja rambu jual beli dalam islam? Yuk kita simak berikut ini:
1. Harus saling suka rela
… janganlah kalian saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang timbul dari kerelaan di antara kalian…” (QS. An-Nisaa’: 29)
.
Jadi wajib sukarela, tanpa ada paksaan. Jadi kalo kamu jualan sama temen, jangan paksa temen kamu beli. Termasuk disini jangan jualan sama anak kecil yang belum paham bener atau jualan sama orang BEGO alias sinting. 
Jadi jelaskan manfaat produk Anda itu apa saja... kalau dia merasa bermanfaat nanti bakal beli kok. 
.
2. Barang yg dijual harus HALAL, jadi jangan jual barang yg haram... 
.
3. Barang yg dijual harus milik sendiri, kecuali kalo kamu sudah izin ke yang memiliki barangnya untuk menjualkan barangnya. Jika tidam haram... misal barang masih di mall, bukan punya kamu, kamu juga blm ada akad dg yg punya, trus kamu upload pajang di fb... dijual... nah ini gak bener.
.
Termasuk para dropsiper yg lago ngetren skrg, hati hati nih... pastikan kita sudah akad, sudah izin kepada pemilik barang, kalo diizinkan dan siap memenuhi kesepakatan baru deh dijual.
.
“Janganlah engkau menjual barang yang bukan milikmu.” (HR. Abu Dawud 3503)
.
4. Barang yang dijual harus sudah siap serah terima, maka gak boleh jual burung yg masih terbang di langit... jual kijang yang masih di hutan, tangkap dulu... baru jual. Hal ini untuk menghindari GHARAR, alias spekulasi alias untung2an. 
.
5. Jumlah pembayaran dan barang harus sudah diketahui sebelum akad. Makanya dalam islam gak boleh jualan gaya lempar batu... lempar yang itu harganya jd segini, kalo kena yg itu jadi segini.... ini namanya untung2an... 
.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli hashaath (jual beli dengan menggunakan kerikil yang dilemparkan untuk menentukan barang yang akan dijual) dan jual beli gharar.” (HR. Muslim: 1513)
.
semoga bermanfaat

Zulfahmi Attauhidi

Mau belajar bisnis bareng? Join channel telegramt.me/sharingilmubisnisonline
Apakah Bisnis perlu hutang?

Apakah bisnis memerlukan HUTANG?
.
"Saya mau sih bisnis, tapi gak punya modal..."
"Ngajuin pinjaman ke mana-mana harus pake agunan, gimana mau bisnis?"
.
Apakah anda termasuk yang selalu dan selalu mengeluhkan MODAL dalam memulai suatu bisnis?
saya tidak memungkiri, memang bisnis itu perlu modal... tapi percayakah kita, bahwa KITA SEMUA SUDAH PUNYA MODAL??!
.
Coba lihat diri anda sendiri... punya akal pikiran... itu adalah modal. Punya dengkul, itu juga modal. Punya tangan, itu juga modal. Dan seluruh anggota badan Anda, itu adalah modal luar biasa yang diberikan Allah pada Anda. Bayangkan jika anggota badan Anda, misalnya dengkul Anda mau dibeli 100 juta... mau? Tentu saja tidak... mata Anda ditawar 1 milyar, mau? Tentu tidak. Maka betapa banyak sebenarnya Anda punya modal.
.
Coba lihat lagi diri Anda, punya hape? Itu modal... punya motor? Itu juga modal. Rumah meski cuma ngontrak (kayak saya) juga modal, belum lagi laptop, kuota, dan seabreg barang2 Anda... itu semua bisa jadi modal.
.
"Maksudnya kita disuruh jual motor sama hape nih?"
Bukan... maksudnya adalah kita bisa memanfaatkan itu semua sebagai aset yang mendukung jualan. Catat: aset bukanlah aset jika tidak mendukung penjualan...
.
Saya selalu menyarankan (dari pengalaman saya sendiri) bahwa bisnis itu dimulai dari pemasaran... bukan dari produksi. Pada tahap awal, biarkan orang lain yang produksi, Anda fokus jualan saja... 
.
Caranya?
Kerjasama! Jadi Anda datang ke produsen atau suplier, lalu berakad bahwa Anda ingin menjadi pemasar produknya, dan buat kesepakatan apakah Anda menaikkan harga atau menjual dengan harga tertentu dengan mendapatkan komisi...
.
Jadi Anda tidak perlu berhutang dalam memulai bisnus, tolong dicatat: BISNIS ITU TIDAK PASTI, TAPI CICILAN ITU MESTI. Bisnis bisa untung juga bisa rugi, cuma dengan menjadi pemasar Anda minim resiko... kalo gak laku, paling cuma capek dan bisa coba pasarkan produk yang lain. Coba bayangkan kalau Anda sudah hutang, dan ternyata produk tidak laku, mau pakai apa nyicilnya?
.
Seperti yang sdh dibahas di artikel saya yang kemarin tentang tahapan bisnis, ada 3 tahap yaitu start, run dan grow. Kalau bisnis Anda sudah jalan (sudah untung), run (tersistem) maka Anda boleh saja berhutang dalam tahap GROW (berkembang).
.
Tapi ingat, hutanglah yang tidak ada ribanya.
"Lah... mana ada hutang tanpa riba jaman now?"
Ada! Anda bisa hutang ke Keluarga, temen, dll (tapi agak susah sih hehe)
.
Solusinya? Gaet investor!
Investor beda dengan hutang biasa, investor adalah mereka yang menanamkan modal dengan tujuan agar uangnya dipake untuk bisnis dan mendapatkan bagi hasil dari bisnis... 
.
Jangan sampe salah gaet Investor.. 
Investor yang benar adalah mereka yang siap untung dan siap rugi, tekankan itu dalam kesepakatan. Keuntungannya pun adalah persenan dari laba bersih, bukan persenan dari uang yang ditanam... 
.
Memang harus hati2 dalam menggaet investor, ada yang taunya cuma untung saja... giliran rugi langsung minta dibalikin duitnya #kacau... nah itulah pentingnya MOU (kesepakatan) di awal. 
.
Menggaet investor ini juga kalau Anda benar-benar sudah pada tahap GROW, kalau masih start dan run gak perlu... cukup modal dengkul saja...
.
Ikuti channel telegram SHARING ILMU BISNIS

Semoga bermanfaat
Zulfahmi Attauhidi

KADANG CAPEK JUALAN ONLINE...
.
Kerjanya di rumah aja, dikira PENGANGGURAN sama tetangga dan keluarga. Padahal mereka gak tau aja... kita ini sibuk banget...
Mulai dari balesin chating, ngiklan sana sini, catat stock, transfer ke suplier, dan packing...
.

Packing ini yang bikin capek, kalo 1 atau 2 sih ga masalah... lha kalau 10, 20, 30... nulisin alamat pemesannya satu2, nulis pengirimnya, no hp, trus creek dilem pake selotip... beeuh...
.
"Ada gak sih solusi packing biar lebih cepat?"
Jawabannya Ada, yaitu pake STIKER KIRIM... Tinggal tulis alamat pembeli, trus tempel, beres deh... praktis banget
Dalam STIKER KIRIM sudah termuat: Merek, kontak, link medsos, lengkap dengan kolom-kolom yang tinggal diisi dengan rapi...
Desainnya FULL COLOR bisa disesuaikan dengan keinginan Anda, gak bisa desain? Tenang... Kami desainkan tanpa menambah biaya...
.
Harga 200rb dapat 500 rupiah untuk ukuran 10x7 cm, ukuran lebih kecil harga lebih murah 


.
Pesan langsung via wa ke 082227428567 atau klik bit.ly/WARajaCetak

.
Pemesanan juga bisa via Shopee dan Tokopedia loh... biar bisa Free Ongkir


Gunakan Voucher: RAJACETAK untuk dapat diskon lagi 15rb rupiah

Gunakan Voucher: GRATISONGKIR untuk free ongkir